Monday, 30 May 2016

Coretan Dinding Maya


Apakah rindu itu memang indah, tapi yang kurasa menyesakan
sulit ku benci wahai sayang...

Andai kudapat membenamkan diriku dalam bumi, bukan dipersipangan seperti ini
adakah hikmah padaku untuk kuteguk sebagai penawar.

Jauh kuraih tanganmu, hanya peluh mengucur dalam, meski menyejukan
asamnya kisah ini kecut terkadang, lama tertanam antara jalan yang sulit kulalui

Batas anganku mejadi tembok penggugah khayal, tak ada satupun yang sepertimu
lalu apalah diriku tertatih hampir selalu bersimpuh tak bisa mendongak hanya tertunduk

Bayangmu dalam tak pernah muncul dipermukaan
aku bukanlah diriku saat tak bersamamu.

Inilah aku yang kau kenal, konyol dan sedikit sial
Tapi bersamamu mataku tertutup akan semuanya

Tak ada kepalan yang terasa, semua sama tak berdaya karena aku telah kebal
dimabuk imajinasi akan parasmu,

tutur kata yang terucap kadang indah kadang kasar
sesalku parah karena tak bisa menyelami hatimu yang sangat dalam itu

relakan semua..
agar ikhlas hati ini saat semua siap berlabuh


Sunday, 29 May 2016

Kau Bukan Kerang Yang Mengandung Mutiara Melainkan Langit Yang Menghampar

Berlindung di balik senyum
Bersembunyi di antara riuh hujan
Berangan berbalut selimut
Kau seperti kerang, keras di luar namun lembut didalam
Kau selalu sendiri padahal kau adalah langit . kau merindukan kebebasan dan kemerdekaan sempurna.
Bersama dunia materi, kau Nampak terpaku pada obsesi dan cinta yang tak ramah padamu
Wahai bidadariku enyahkanlah bingkai belenggu itu
Kebaikanmu belum ada padaku tapi pasti ada padaku.
Sambutlah aku jangan ragu
Cinta bukan soal romantisme saja, tapi perjuangan dua insan yang tertatih untuk bangkit dan berlari.
Kita mungkin sedang berada di dasar jurang terdalam ,terpenjara bosan yang kian pengap terasa.
Termakan prasangka orang-orang di luar sana dan hanya berharap baik dan lebih baik.
Sambutlah aku sayang, raihlah tanganku
Peluh kita takan sia-sia selama kita mencoba untuk terbuka, mensahabati dan mencintai.

Dari ribuan kata yang tlah tertulis..


Hilman Zakaria

Rembulan Dan Dirimu

Sang Rembulan
oh
Sang Rembulan Bilamana ada gadis yang seindah dirimu Pastilah itu dia Bilamana ada cahaya yang indahnya menyaingimu pastilah dia Cinta bukanlah soal puji memunji saja Tapi ia ibarat air yang mengalir saat hujan Ihlas. Dan membawa keberkahan Bagai mentari ia menyinari tak butuh sebaliknya Andai bentuk cinta hanya satu maka semua orang akan merasakan hal yang sama Biarkan cinta berubah sesuai dengan kebutuhanya Tapi andai kasih tak terbalas bukan lah berarti ia tak berbentuk. Melainkan hanya terbatas pada takdir yang tak terurai pelabuhanya. Andai engkau tak keberatan sudikah cinta berlabuh di hatimu dalam bentuk yang sebaik baiknya bentuk. Menyayangi Mensahabati Melengkapi Saling melindungi Dan tetap bersama andaipun waktu di dunia tlah pudar sempurna

Hilman Zakaria