Saturday, 31 December 2016

Delusi Cinta

Tak ada logika dalam cinta
tak ada daya dalam cinta hanya ingin - ingin dan ingin
menjelma menjadi butiran pasir di pinggir pantai, menikmati deru ombak berharap terbawa ke lautan
setiap kita harus bercermin tapi yang kita lihat bukanlah diri kita melainkan hanya dia dia dan dia

Dimana logika cinta dan teorinya?
aku bertanya kepada keybord dan mesin pencari dan tak pernah ku temukan definisi tentangnya
dimana keberadaan cinta sebenarnya?
terus apakah yang di sebut dengan jodoh? mengapa aku tak diberi tahu siapa dan dimana gerangan?

Kekasih adakah gerangan kau mengetahui penantianku dalam sendu dan kebiasaan ku untuk melamunkanmu.
seiring fajar datang bersama derap aktifitas banyak orang, andai ku percaya manis janji dengan hubungan ini itu, padahal kepastian lah yang di harapkan terjadi.
kita punya hayalan indah tentang dunia yang kita idamkan, ku masih menunggumu dalam suka di dunia nyata.

Senyuman palsu itu membuatku beku walau ku tahu itu hanya tipu.
andai aku bisa mengelak , hanya seandainya saja, tapi takdir tuhan adalah peluru yang tak mungkin meleset dari targetnya.
jadi harus bagaimana? gadis cantik macam itu membutakan nurani, ya gadis cantik macam itu.

by Zakaria

Monday, 4 July 2016

Jalan Kesufianku

Apa yang bisa dibanggakan dengan amal kita?
sehat darinya, rezekipun darinya.

secepat apa kau bisa bertobat?
berapa kali kau jadi juara saat berlomba dalam kebaikan?
apakah kau berjalan-jalan kecil saat memenuhi seruan nya di lima waktu?

semua yang ada di dunia ini hanyalah sesuatu yang di simpan di pinggir jalan.
bila kau fokus padanya, maka kau takan sampai ke ujung jalan

kekaguman orang padamu bisa mengotori hatimu jika kau bergeming
aku dengar bahwa kemulian seseorang bukan dari pangkat dan gelar, tapi dari takwa.

pujian orang padamu ibarat kulit pisang dijalan, kau menginjaknya kau bisa jatuh.
kau hidup di dunia bukan untuk memuaskan semua orang, tapi untuk memulyakan Tuhan
meski tanpa itupun Tuhan tetap maha Mulya.

kira - kira kenapa kau mudah sakit hati?
karena kau berharap pada manusia, ya kau berharap dipuji mereka.

semua sama saja, asal fungsinya sama meski wujudnya berbeda.





Wednesday, 15 June 2016

Jalur ku Kini

Billa seorang mencinta pastilah dia mempuanyai sebab,
Bilakah karena cantik, baik hati, kaya, keturunan orang terhormat
Atau karena dia seorang yang beragama baik.
Semua adalah anugerah dan aku tak mampu memaksamu memiliki semua.
Kita tak pernah meminta lahir dimana dan siapa orang tua kita.

Keterbatasan benda duniawi seharusnya bukan halangan kita tuk bersatu.
Ketakjubanku akan paras indahmu menghantarkan aku akan kebesaranya
Sekelumit kekuasaanya ada pada kita.
Andai di saat ini kau menyadarinya, tentu saja akan ada tantangan baru
Ketakutanku semua tlah kupasrahkan pada yang kuasa

Aku takan menghiba lagi padamu
karena
Aku tahu tuhanlah yang lebih tahu.
 Tentang dirimu, waktu yang tepat , serta hikmah yang masih tersembunyi itu.

Penantianku hampir menjelang puncaknya,
Saat airmata jatuh, ketika kening mencium tanah dan ketika itu pula aku tersadar
Kau adalah ciptaanya, kau ada dalam genggamanya.
Lalu apa yang kukejar selama ini? Ternyata hanya cangang tak berdaging.
Hanya tenaga yang terkuras, aku lupa bahwa tenaga ini seharusnya kugunakan untuk memuja engkau sang kuasa
Bukan makhluk yang tak berdaya.

Kekhilafanku  telah usai seiring terbangunya aku dari mimpi-mimpi lalu
Ketika lantunan – lantunanku mulai ter arah
Ketika tangisku ikhlas terjatuh ke tanah
Ketika aku mulai mendekati engkau yang seharusnya ku tuju.

Akulah Zakaria dan kelupaanku di masa silam


Wednesday, 8 June 2016

Edisi Ramadhan : Berharap Bersambut

judul : Berharap Bersambut

Ramadhan telah tiba
Alangkah riang bersambut datang
Bilamana ada waktu dan bulan yang paling kutunggu
Itulah dia Ramadhan.
Doaku cintaku berlabuh menuju langit bersatu dalam gelora yang tak mampu tergambar
Sejadah menghampar mengajak kepada ke kushyuan
Bayangmu saat ini hanyalah salasatu alasanku untuk menengadahkan tangan
Berdoa memohon ampunan atas semua kehilapan.
Waktu ini yang sedang kujalani hanyalah seberkas kisah di antara ribuan kejadian.
Apalah arti dari sebuah hajat bila masih mengambang di antara nol grafitasi.
Aku merindumu, maka sambutlah dan sempatkan aku tahun depan atau wafatkan aku husnul khotimah di specialnya bulanmu ini.
Izinkan doa setiap orang soleh mengiringiku dalam perjalananku menujumu.
Ada kalanya kata yang keluar dari tanganku dan mulutku menyakiti hati seseorang.
Sikapku mengganggu seseorang.
Dan kebutuhanku memaksa aku untuk berhutang.
Jangan biarkan aku terjegal karena ini.
Ikhlaskanlah hati mereka agar lancar penyambutanku pulang nanti.
Aku sangat kwatir dengan diriku sendiri. Aku sangat kuatir bagaimana diriku kelak?
Apakah cahaya atau kegelapan yang akan menemaniku di garis batas nanti?
Hal yang bersih mewangi atau hal yang busuk yang ku temui nanti?
Ketakutanku menjadi kala aku teringat akan dosa dan lemahnya aku untuk bersujud.
Adakah aku akan merasakan tanah yang pernah diinjak ayahku adam yaitu surga? Atau menjadi teman setan laknatulloh di neraka sana?
Aku sangat ketakutan…
Aku sangat ingin menatap wajahmu, jelas sejelas aku memandang rembulan purnama dilangit yang bersih berbintang.

Akulah Zakaria


Wednesday, 1 June 2016

Jalan Kerinduan

Kau lah rembulanku
Jantung hatiku
Hal ikhwal dalam suka duka
Alasan dalam hidup
Bergembiralah bidadariku, meski suram menghujam
Meski batin menjerit, meski haru membiru
Meski langit sekan runtuh
Karena tangan tuhan bisa berwujud apapun
Lihatlah lebih teliti, karena mungkin salasatunya adalah aku.
Akulah oase yang kau tuju
Bukan fatamorgana yang kau kejar
Akulah hujan yang menghapus ketandusan
Bukan gurun kering yang sedang kau pijaki.
Walau malam begitu larut, hidup tetaplah hidup
Waktumu istirahat telah tiba, tak usah terus berlari.
Adakalanya kau harus berbaring dan menatap bintang untuk mengetahui sejauh mana kau melangkah
Cintaku
Cintamu
Cinta kita
Akan seperti taman yang indah , taman yang dirindukan semua orang
Pertemuan kita takan sia-sia lagi, kesendirian telah usai karena perjalanan kita baru dimulai.


Dari aku Zakaria


Monday, 30 May 2016

Coretan Dinding Maya


Apakah rindu itu memang indah, tapi yang kurasa menyesakan
sulit ku benci wahai sayang...

Andai kudapat membenamkan diriku dalam bumi, bukan dipersipangan seperti ini
adakah hikmah padaku untuk kuteguk sebagai penawar.

Jauh kuraih tanganmu, hanya peluh mengucur dalam, meski menyejukan
asamnya kisah ini kecut terkadang, lama tertanam antara jalan yang sulit kulalui

Batas anganku mejadi tembok penggugah khayal, tak ada satupun yang sepertimu
lalu apalah diriku tertatih hampir selalu bersimpuh tak bisa mendongak hanya tertunduk

Bayangmu dalam tak pernah muncul dipermukaan
aku bukanlah diriku saat tak bersamamu.

Inilah aku yang kau kenal, konyol dan sedikit sial
Tapi bersamamu mataku tertutup akan semuanya

Tak ada kepalan yang terasa, semua sama tak berdaya karena aku telah kebal
dimabuk imajinasi akan parasmu,

tutur kata yang terucap kadang indah kadang kasar
sesalku parah karena tak bisa menyelami hatimu yang sangat dalam itu

relakan semua..
agar ikhlas hati ini saat semua siap berlabuh


Sunday, 29 May 2016

Kau Bukan Kerang Yang Mengandung Mutiara Melainkan Langit Yang Menghampar

Berlindung di balik senyum
Bersembunyi di antara riuh hujan
Berangan berbalut selimut
Kau seperti kerang, keras di luar namun lembut didalam
Kau selalu sendiri padahal kau adalah langit . kau merindukan kebebasan dan kemerdekaan sempurna.
Bersama dunia materi, kau Nampak terpaku pada obsesi dan cinta yang tak ramah padamu
Wahai bidadariku enyahkanlah bingkai belenggu itu
Kebaikanmu belum ada padaku tapi pasti ada padaku.
Sambutlah aku jangan ragu
Cinta bukan soal romantisme saja, tapi perjuangan dua insan yang tertatih untuk bangkit dan berlari.
Kita mungkin sedang berada di dasar jurang terdalam ,terpenjara bosan yang kian pengap terasa.
Termakan prasangka orang-orang di luar sana dan hanya berharap baik dan lebih baik.
Sambutlah aku sayang, raihlah tanganku
Peluh kita takan sia-sia selama kita mencoba untuk terbuka, mensahabati dan mencintai.

Dari ribuan kata yang tlah tertulis..


Hilman Zakaria

Rembulan Dan Dirimu

Sang Rembulan
oh
Sang Rembulan Bilamana ada gadis yang seindah dirimu Pastilah itu dia Bilamana ada cahaya yang indahnya menyaingimu pastilah dia Cinta bukanlah soal puji memunji saja Tapi ia ibarat air yang mengalir saat hujan Ihlas. Dan membawa keberkahan Bagai mentari ia menyinari tak butuh sebaliknya Andai bentuk cinta hanya satu maka semua orang akan merasakan hal yang sama Biarkan cinta berubah sesuai dengan kebutuhanya Tapi andai kasih tak terbalas bukan lah berarti ia tak berbentuk. Melainkan hanya terbatas pada takdir yang tak terurai pelabuhanya. Andai engkau tak keberatan sudikah cinta berlabuh di hatimu dalam bentuk yang sebaik baiknya bentuk. Menyayangi Mensahabati Melengkapi Saling melindungi Dan tetap bersama andaipun waktu di dunia tlah pudar sempurna

Hilman Zakaria