Wednesday, 8 June 2016

Edisi Ramadhan : Berharap Bersambut

judul : Berharap Bersambut

Ramadhan telah tiba
Alangkah riang bersambut datang
Bilamana ada waktu dan bulan yang paling kutunggu
Itulah dia Ramadhan.
Doaku cintaku berlabuh menuju langit bersatu dalam gelora yang tak mampu tergambar
Sejadah menghampar mengajak kepada ke kushyuan
Bayangmu saat ini hanyalah salasatu alasanku untuk menengadahkan tangan
Berdoa memohon ampunan atas semua kehilapan.
Waktu ini yang sedang kujalani hanyalah seberkas kisah di antara ribuan kejadian.
Apalah arti dari sebuah hajat bila masih mengambang di antara nol grafitasi.
Aku merindumu, maka sambutlah dan sempatkan aku tahun depan atau wafatkan aku husnul khotimah di specialnya bulanmu ini.
Izinkan doa setiap orang soleh mengiringiku dalam perjalananku menujumu.
Ada kalanya kata yang keluar dari tanganku dan mulutku menyakiti hati seseorang.
Sikapku mengganggu seseorang.
Dan kebutuhanku memaksa aku untuk berhutang.
Jangan biarkan aku terjegal karena ini.
Ikhlaskanlah hati mereka agar lancar penyambutanku pulang nanti.
Aku sangat kwatir dengan diriku sendiri. Aku sangat kuatir bagaimana diriku kelak?
Apakah cahaya atau kegelapan yang akan menemaniku di garis batas nanti?
Hal yang bersih mewangi atau hal yang busuk yang ku temui nanti?
Ketakutanku menjadi kala aku teringat akan dosa dan lemahnya aku untuk bersujud.
Adakah aku akan merasakan tanah yang pernah diinjak ayahku adam yaitu surga? Atau menjadi teman setan laknatulloh di neraka sana?
Aku sangat ketakutan…
Aku sangat ingin menatap wajahmu, jelas sejelas aku memandang rembulan purnama dilangit yang bersih berbintang.

Akulah Zakaria


No comments:

Post a Comment