judul : Berharap Bersambut
Ramadhan
telah tiba
Alangkah riang
bersambut datang
Bilamana ada
waktu dan bulan yang paling kutunggu
Itulah dia Ramadhan.
Doaku cintaku
berlabuh menuju langit bersatu dalam gelora yang tak mampu tergambar
Sejadah menghampar
mengajak kepada ke kushyuan
Bayangmu saat
ini hanyalah salasatu alasanku untuk menengadahkan tangan
Berdoa memohon
ampunan atas semua kehilapan.
Waktu ini
yang sedang kujalani hanyalah seberkas kisah di antara ribuan kejadian.
Apalah arti
dari sebuah hajat bila masih mengambang di antara nol grafitasi.
Aku merindumu,
maka sambutlah dan sempatkan aku tahun depan atau wafatkan aku husnul khotimah
di specialnya bulanmu ini.
Izinkan doa
setiap orang soleh mengiringiku dalam perjalananku menujumu.
Ada kalanya
kata yang keluar dari tanganku dan mulutku menyakiti hati seseorang.
Sikapku mengganggu
seseorang.
Dan kebutuhanku
memaksa aku untuk berhutang.
Jangan biarkan
aku terjegal karena ini.
Ikhlaskanlah
hati mereka agar lancar penyambutanku pulang nanti.
Aku sangat
kwatir dengan diriku sendiri. Aku sangat kuatir bagaimana diriku kelak?
Apakah cahaya
atau kegelapan yang akan menemaniku di garis batas nanti?
Hal yang
bersih mewangi atau hal yang busuk yang ku temui nanti?
Ketakutanku
menjadi kala aku teringat akan dosa dan lemahnya aku untuk bersujud.
Adakah aku
akan merasakan tanah yang pernah diinjak ayahku adam yaitu surga? Atau menjadi
teman setan laknatulloh di neraka sana?
Aku sangat
ketakutan…
Aku sangat
ingin menatap wajahmu, jelas sejelas aku memandang rembulan purnama dilangit
yang bersih berbintang.

No comments:
Post a Comment