Ada sepenggal cerita dari masa mu, saat ucapan para pendakwah menjadi cemeti yang keras bagi rezim mu
kau takan tahu sebelum kau telusuri jalan itu, semakin kau tekan maka akan semakin banyak air yang akan keluar begitupun kebenaran
Rezimu dalam kepanikan, kritisi bukanlah makar, penggulingan pemimpin bukanlah makar, tapi mengubah falsapah dan ideologi lah makar sebenarnya
Kejahatan sebenarnya adalah bersenggama dengan musuh dalam satu ranjang
menjual tanah tumpah darah dan kehormatan bangsalah makar dan kejahatan sesungguhnya
Tanpa senjata bahkan bambu runcing pun tidak, dan kau anggap makar
apakah buku lebih tajam dari pisau?
apakah tulisan kau anggap lebih hebat dari bom dan peluru ?
Para pengkritisi telah tumbang dimakan kemunafikan dan rasa takut akan kehilangan dunia
mereka cemas bila suatu saat di anggap intoleran dan ingin berbuat makar
Rezimu panik, dan menjadi jadi...
kalaulah kau tidak suka dengan syariat maka jangan hinakan syariat
karena syariat bisa menghinakanmu juga
Siapa yang lebih hebat dari Tuhan? yang merasa lebih hebat banyak...
tapi ingat lah bahwa tuhan akan memenangkan kalimat tauhid dan akan melenyapkan tipu daya Musuhnya
andai aku tak bersua pun maka Tuhan akan gantikan dengan seseorang dan memenangkan kebenaran serta melenyapkan seluruh kebatilan
Kepada siapakah kita belajar agama? kepada ulamalah kita belajar dan bukan kepada penghinanya.
Masamu penuh kepanikan, semakin panik, semakin rapuh
Bijaklah wahai pemimpin
kau takan tahu sebelum kau telusuri jalan itu, semakin kau tekan maka akan semakin banyak air yang akan keluar begitupun kebenaran
Rezimu dalam kepanikan, kritisi bukanlah makar, penggulingan pemimpin bukanlah makar, tapi mengubah falsapah dan ideologi lah makar sebenarnya
Kejahatan sebenarnya adalah bersenggama dengan musuh dalam satu ranjang
menjual tanah tumpah darah dan kehormatan bangsalah makar dan kejahatan sesungguhnya
Tanpa senjata bahkan bambu runcing pun tidak, dan kau anggap makar
apakah buku lebih tajam dari pisau?
apakah tulisan kau anggap lebih hebat dari bom dan peluru ?
Para pengkritisi telah tumbang dimakan kemunafikan dan rasa takut akan kehilangan dunia
mereka cemas bila suatu saat di anggap intoleran dan ingin berbuat makar
Rezimu panik, dan menjadi jadi...
kalaulah kau tidak suka dengan syariat maka jangan hinakan syariat
karena syariat bisa menghinakanmu juga
Siapa yang lebih hebat dari Tuhan? yang merasa lebih hebat banyak...
tapi ingat lah bahwa tuhan akan memenangkan kalimat tauhid dan akan melenyapkan tipu daya Musuhnya
andai aku tak bersua pun maka Tuhan akan gantikan dengan seseorang dan memenangkan kebenaran serta melenyapkan seluruh kebatilan
Kepada siapakah kita belajar agama? kepada ulamalah kita belajar dan bukan kepada penghinanya.
Masamu penuh kepanikan, semakin panik, semakin rapuh
Bijaklah wahai pemimpin



