Friday, 27 January 2017

Kepanikan Di Rezim Mu

Ada sepenggal cerita dari masa mu, saat ucapan para pendakwah menjadi cemeti yang keras bagi rezim mu
kau takan tahu sebelum kau telusuri jalan itu, semakin kau tekan maka akan semakin banyak air yang akan keluar begitupun kebenaran

Rezimu dalam kepanikan, kritisi bukanlah makar, penggulingan pemimpin bukanlah makar, tapi mengubah falsapah dan ideologi lah makar sebenarnya
Kejahatan sebenarnya adalah bersenggama dengan musuh dalam satu ranjang
menjual tanah tumpah darah dan kehormatan bangsalah makar dan kejahatan sesungguhnya

Tanpa senjata bahkan bambu runcing pun tidak, dan kau anggap makar
apakah buku lebih tajam dari pisau?
apakah tulisan kau anggap lebih hebat dari bom dan peluru ?

Para pengkritisi telah tumbang dimakan kemunafikan dan rasa takut akan kehilangan dunia
mereka cemas bila suatu saat di anggap intoleran dan ingin berbuat makar

Rezimu panik, dan menjadi jadi...
kalaulah kau tidak suka dengan syariat maka jangan hinakan syariat
karena syariat bisa menghinakanmu juga

Siapa yang lebih hebat dari Tuhan? yang merasa lebih hebat banyak...
tapi ingat lah bahwa tuhan akan memenangkan kalimat tauhid dan akan melenyapkan tipu daya Musuhnya
andai aku tak bersua pun maka Tuhan akan gantikan dengan seseorang dan memenangkan kebenaran serta melenyapkan seluruh kebatilan

Kepada siapakah kita belajar agama? kepada ulamalah kita belajar dan bukan kepada penghinanya.

Masamu penuh kepanikan, semakin panik, semakin rapuh

Bijaklah wahai pemimpin









Monday, 16 January 2017

Saat Bayangmu Menjadi Jadi

Saat ini aku menunggu jawaban yang mau ku dengar darimu,
Saat ini kulihat dirimu tersenyum serasa ikut bahagia padahal kebahagiaanmu itu bukan dengan ku. Tapi denganya..

Bayangku tetap itu meski wajahmu berbeda setiap kali aku rayu
beberapa saat kau Mia, Sandra, Pitria atau yang lainya
tujuanku tetap sama saja..
berkhayal dan melamunkanmu berada di sisiku.

Tapi ternyata dia lah yang bisa menjadi seperti yang kau mau
jodohku bukanlah dirimu meski aku menyayangimu
Wajah cerah itu dan matamu itu membuka kisah kenangan akan pandangmu terhadapku
Andai jalan itu terbuka untuku tapi apa dayaku wahai mimpi mimpi yang tiada bertepi

Saat malam tiba apa yang bisa ku harapkan? sementara aku tak tahu sosok yang baik bagiku
Aku hanya bisa terdiam memandangmu bersamanya tinggalah aku dalam sepi dan kalut
Badanku masih berdiri meski semangatnya telah tumbang
Sesuatu yang hilang dari hatiku yang terpaksa ku pasrahkan itu adalah cinta yang tak berbalas

Hilanglah rasa yang terlanjur ku serahkan padamu,
aku tak berarti bagimu dan kau berarti dalam kenanganku
Berartikah aku untukmu? aku hidup dalam kepungan masalalu
andai aku mampu menggali emas di gunung itu apa mungkin aku bisa mendapatkanmu?

ya mungkin saja, aku hanya kalah dalam kemapanan bukan ketampanan.


Saturday, 14 January 2017

Rinduku Pada Kritikanmu Bang

Di saat suara hati tak lagi menyapa terus dimana kicau merdu itu?
apakah filsafat telah redam dalam kubur pengkritisi
atau kita harus bangkitkan firman tuhan yang telah lama berdebu di dalam kotak kardus itu?
dimana abang saat semua rindu pada abang?

Apakah lirik cinta telah menelan abang dalam sendu SATU
cinta memang banyak bentuknya bang
kadang cinta perlu pergerakan yang menggesek kekuatan besar agar terberai

Abang pasti telah mengalami masa berat dalam perjuangan abang
dan sudah saatnya kami yang meneruskan dikala tangan abang telah gemetar dimakan usia
tapi bang, sepatah dua patah kata abang sangat berarti untuk kami,
kita ingin hidup damai. tapi di depan kami ada bahaya yang aku tak tahu apakah abang mengetahuinya atau tidak
adakah abang melihat mereka yang menangis tergerus karena sakit di injak warga yang tak mereka kenal?
atau abang sudah hidup sangat nyaman sehingga abang tak mampu lagi merasakan asiknya tidur di jalan ibu kota?

abang , kami rindu abang ! setidanya untuk menambah bahan bakar yang hampir kering karena tertutup media licik bang, hanya sepatah atau dua patah kata saja bang.


Saturday, 7 January 2017

In the end

Saat nya mensucikan diri, karena seruan itu tak lama lagi akan datang
dan saat semua sudah terdengar jelas maka hati takan meragu lagi
semua tlah berubah walaupun pada pola dasarnya sama saja

Semua berakhir dengan kedahsyatan, bagaimanapun bentuknya.
persiapakan hati, teguhkan iman mu menghadapi akhir zaman
saat air mata dimanipulasi menjadi pencitraan politik
dan saat jerit anak palestina, suriah dan lainya telah tak terdengar karena bising demokrasi dan kejahatan pemimpin yang menggenggam media.

Kini kita tahu senjata kita tak hanya pedang dan panah
goresan digital ini telah berubah menjadi ketakutan besar bagi penindas
kalau bukan dengan suara lantang dengan apa lagi kalian bisa mendengar?

Apa dengan bom atom? ayolah, kita tak hidup di zaman hiroshima nagasaki.
jalan hidup telah dipilih, kebenaran akan di sertai banyak musuh, tapi kebenaran tetaplah kebenaran.
dalam film apapun kebenaran akan mendapatkan tempat yang baik di akhir cerita, atau lebih cepat dari itu.

kebusukan-kebusukan dan tipudaya akan terungkap, bagiku tak ada kehawatiran
walaupun begitu air mata sesungguhnya tetap menetes saat ketidak adilan begitu nyata di depan mata.
saat kebebasan beragama di berangus kaum atheis dan rezim munafik, apa salah bila kami melawan?

Sudah terlanjur semua terjadi, semua adalah berkah bagi yang ber iman, semua adalah keberuntungan bagi yang mendahulukan Tuhan daripada yang lain.
untukmu agamamu, untuku agamaku.

by Zakaria