Di saat suara hati tak lagi menyapa terus dimana kicau merdu itu?
apakah filsafat telah redam dalam kubur pengkritisi
atau kita harus bangkitkan firman tuhan yang telah lama berdebu di dalam kotak kardus itu?
dimana abang saat semua rindu pada abang?
Apakah lirik cinta telah menelan abang dalam sendu SATU
cinta memang banyak bentuknya bang
kadang cinta perlu pergerakan yang menggesek kekuatan besar agar terberai
Abang pasti telah mengalami masa berat dalam perjuangan abang
dan sudah saatnya kami yang meneruskan dikala tangan abang telah gemetar dimakan usia
tapi bang, sepatah dua patah kata abang sangat berarti untuk kami,
kita ingin hidup damai. tapi di depan kami ada bahaya yang aku tak tahu apakah abang mengetahuinya atau tidak
adakah abang melihat mereka yang menangis tergerus karena sakit di injak warga yang tak mereka kenal?
atau abang sudah hidup sangat nyaman sehingga abang tak mampu lagi merasakan asiknya tidur di jalan ibu kota?
abang , kami rindu abang ! setidanya untuk menambah bahan bakar yang hampir kering karena tertutup media licik bang, hanya sepatah atau dua patah kata saja bang.

No comments:
Post a Comment