Wednesday, 15 June 2016

Jalur ku Kini

Billa seorang mencinta pastilah dia mempuanyai sebab,
Bilakah karena cantik, baik hati, kaya, keturunan orang terhormat
Atau karena dia seorang yang beragama baik.
Semua adalah anugerah dan aku tak mampu memaksamu memiliki semua.
Kita tak pernah meminta lahir dimana dan siapa orang tua kita.

Keterbatasan benda duniawi seharusnya bukan halangan kita tuk bersatu.
Ketakjubanku akan paras indahmu menghantarkan aku akan kebesaranya
Sekelumit kekuasaanya ada pada kita.
Andai di saat ini kau menyadarinya, tentu saja akan ada tantangan baru
Ketakutanku semua tlah kupasrahkan pada yang kuasa

Aku takan menghiba lagi padamu
karena
Aku tahu tuhanlah yang lebih tahu.
 Tentang dirimu, waktu yang tepat , serta hikmah yang masih tersembunyi itu.

Penantianku hampir menjelang puncaknya,
Saat airmata jatuh, ketika kening mencium tanah dan ketika itu pula aku tersadar
Kau adalah ciptaanya, kau ada dalam genggamanya.
Lalu apa yang kukejar selama ini? Ternyata hanya cangang tak berdaging.
Hanya tenaga yang terkuras, aku lupa bahwa tenaga ini seharusnya kugunakan untuk memuja engkau sang kuasa
Bukan makhluk yang tak berdaya.

Kekhilafanku  telah usai seiring terbangunya aku dari mimpi-mimpi lalu
Ketika lantunan – lantunanku mulai ter arah
Ketika tangisku ikhlas terjatuh ke tanah
Ketika aku mulai mendekati engkau yang seharusnya ku tuju.

Akulah Zakaria dan kelupaanku di masa silam


No comments:

Post a Comment