Billa seorang
mencinta pastilah dia mempuanyai sebab,
Bilakah karena
cantik, baik hati, kaya, keturunan orang terhormat
Atau karena
dia seorang yang beragama baik.
Semua adalah
anugerah dan aku tak mampu memaksamu memiliki semua.
Kita tak
pernah meminta lahir dimana dan siapa orang tua kita.
Keterbatasan
benda duniawi seharusnya bukan halangan kita tuk bersatu.
Ketakjubanku
akan paras indahmu menghantarkan aku akan kebesaranya
Sekelumit kekuasaanya
ada pada kita.
Andai di
saat ini kau menyadarinya, tentu saja akan ada tantangan baru
Ketakutanku
semua tlah kupasrahkan pada yang kuasa
Aku takan
menghiba lagi padamu
karena
Aku tahu
tuhanlah yang lebih tahu.
Tentang dirimu, waktu yang tepat , serta
hikmah yang masih tersembunyi itu.
Penantianku
hampir menjelang puncaknya,
Saat airmata
jatuh, ketika kening mencium tanah dan ketika itu pula aku tersadar
Kau adalah
ciptaanya, kau ada dalam genggamanya.
Lalu apa
yang kukejar selama ini? Ternyata hanya cangang tak berdaging.
Hanya
tenaga yang terkuras, aku lupa bahwa tenaga ini seharusnya kugunakan untuk
memuja engkau sang kuasa
Bukan makhluk
yang tak berdaya.
Kekhilafanku
telah usai seiring terbangunya aku dari
mimpi-mimpi lalu
Ketika lantunan
– lantunanku mulai ter arah
Ketika tangisku
ikhlas terjatuh ke tanah
Ketika aku
mulai mendekati engkau yang seharusnya ku tuju.
Akulah Zakaria
dan kelupaanku di masa silam

No comments:
Post a Comment